Remaja di Bitung Diduga Dipersekusi Oknum Ketua Ormas Hingga Alami Trauma

Berita Utama227 Dilihat

POROSNEWD.ID, Kota Bitung – Kali ini, seorang remaja berinisial RS (16) diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) berinisial RP alias Tito bersama kawan-kawannya (cs).

Orang tua korban, Syamsia Anapia, S.Pd.I, membeberkan kronologi memilukan yang dialami putranya melalui siaran pers resmi pada Selasa 3 Februari 2026.

Syamsia mendesak Polres Bitung untuk mengusut tuntas aksi “main hakim sendiri” yang menimpa anaknya.

Kronologi Dugaan Persekusi

Peristiwa ini bermula dari musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Bitung Timur pada 12 Januari 2026. Sembilan hari pasca-kejadian, tepatnya Rabu 21 Januari 2026, RS diduga dijemput paksa oleh orang diduga suruhan Tito tanpa izin keluarga dan dibawa ke rumah pribadi oknum tersebut untuk diinterogasi.

“Di sana, anak saya diduga dipersekusi agar mengakui tuduhan pembakaran rumah tersebut. Karena tidak tahan, akhirnya ia mengiyakan apa yang mereka tuduhkan,” ungkap Syamsia.

Keterangan korban menyebutkan bahwa beberapa oknum tersebut diduga melakukan kekerasan fisik berupa penamparan, menyalakan api korek ke baju korban, hingga menginjak jari kaki korban menggunakan kaki meja yang dinaiki oleh orang dewasa.

Usai diinterogasi secara sepihak, RS diserahkan ke Polsek Maesa dan kemudian dibawa ke Polres Bitung. RS sempat menjalani penahanan selama lima hari, sejak 21 Januari hingga 26 Januari 2026.

Namun, RS akhirnya dikeluarkan dan dinyatakan tidak terbukti bersalah setelah pihak keluarga menyerahkan berbagai bukti kuat, termasuk kesaksian ibunya yang melihat RS berada di rumah saat kebakaran terjadi. Diketahui pula, RS saat ini tengah dalam perawatan kejiwaan.

Tidak terima dengan perlakuan yang menimpa anaknya, pihak keluarga melalui anak tertua, Muhamad Karan Sitti (21), telah resmi melaporkan Tito cs ke Polres Bitung dengan nomor laporan: LP/B/90/I/2026/SPKT/Polres Bitung/Polda Sulawesi Utara.

“Kami meminta keadilan seadil-adilnya. Kami mendesak Polres Bitung mengusut tuntas keterlibatan oknum tersebut, serta meminta DP3A Kota Bitung dan Wali Kota Bitung memberikan perhatian dan pendampingan psikologis karena mental anak saya terguncang hebat,” tegas Syamsia.