Ruwaida Mile Optimistis Posyandu Angkasa Lombongo Mampu Berikan Hasil Terbaik

Bonebolango111 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bone Bolango, Ruwaida Mile, menyatakan optimismenya terhadap Posyandu Angkasa, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, yang kembali dipercaya mewakili Kabupaten Bone Bolango dalam Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026.

Posyandu Angkasa menjadi salah satu tumpuan Bone Bolango untuk meraih hasil terbaik dalam ajang tingkat provinsi tersebut. Penilaian berlangsung di Posyandu Angkasa, Desa Lombongo, Jumat (7/8/2026), dengan tim penilai provinsi melihat secara langsung berbagai program dan inovasi yang dikembangkan pemerintah desa bersama para kader Posyandu.

Ruwaida Mile mengatakan, Lombongo memiliki modal yang cukup kuat untuk bersaing. Terlebih, desa tersebut bukan kali pertama menjadi wakil Bone Bolango dalam ajang serupa.

“Kami siap dinilai. Yang kami harapkan bukan sekadar mengikuti lomba, tetapi menunjukkan bahwa pelayanan Posyandu di Bone Bolango terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ruwaida saat menyambut tim penilai provinsi.

Menurutnya, pengalaman Lombongo yang sebelumnya berhasil meraih posisi kedua tingkat provinsi menjadi bekal penting untuk menghadapi penilaian tahun ini. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Ruwaida menjelaskan, proses penentuan wakil Bone Bolango dilakukan secara berjenjang. Seluruh desa dari 18 kecamatan terlebih dahulu mengikuti penilaian di tingkat kecamatan. Selanjutnya, Tim Pembina Posyandu Kabupaten melakukan seleksi hingga mengerucut pada lima desa terbaik.

Dari proses tersebut, Posyandu Angkasa Lombongo akhirnya dipercaya menjadi wakil Kabupaten Bone Bolango pada penilaian tingkat Provinsi Gorontalo.

Salah satu kekuatan yang ditawarkan Lombongo adalah inovasi pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan dan literasi anak.

“Di Lombongo ada banyak inovasi. Tim penilai akan melihat langsung bagaimana layanan kesehatan dipadukan dengan pendidikan dan literasi. Itu yang menjadi salah satu kekuatan kami,” ujar Ruwaida.

Ia menilai, inovasi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan dasar masyarakat tidak lagi dapat berjalan secara sektoral. Posyandu harus mampu menjadi ruang pelayanan yang menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan, tumbuh kembang anak serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Ruwaida berharap seluruh inovasi yang telah dibangun tidak berhenti hanya karena adanya agenda perlombaan. Menurutnya, keberhasilan yang paling penting adalah ketika program tersebut benar-benar memberikan manfaat dan terus berjalan di tengah masyarakat.

“Target kami tentu hasil terbaik. Tapi yang lebih penting adalah memastikan inovasi yang sudah dibangun benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prestasi akan mengikuti jika kualitas pelayanan terus dijaga,” pungkasnya.