POROSNEWS.ID, Kota Gorontalo – Bahasa Bonda bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol identitas dan kedaulatan budaya masyarakat Bone Bolango. Sebab keberadaan bahasa daerah harus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Itu disampaikan oleh Bupati Ismet Mile pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bahasa Bonda dan Bahasa Bone Bolango, di Hotel Yulia, Kota Gorontalo, Jumat (01/05/2026).
Ia juga mengingatkan bahwa hilangnya bahasa berarti hilangnya jejak sejarah dan jati diri suatu daerah.
Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menghidupkan kembali penggunaan bahasa Bonda dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam forum resmi maupun interaksi sosial di tengah masyarakat.
“Bahasa adalah identitas paling mendasar. Jika kita tidak menjaganya, maka kita perlahan akan kehilangan akar budaya kita sendiri,” ujar Bupati Ismet Mile.
Ia juga mengapresiasi semangat dan komitmen para aparatur desa yang tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut demi meningkatkan kapasitas diri sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.
Melalui Bimtek ini, pemerintah daerah berharap lahir langkah-langkah konkret dalam penguatan literasi bahasa daerah, terutama bagi generasi muda. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul, tetapi juga berakar kuat pada budaya dan tradisi lokal.











