12 Pendidik Terbaik Hasil Seleksi Nasional Siap Mengawal Pendidikan Berkualitas di SNT 6 Bone Bolango

Bonebolango203 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango — Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6 Bone Bolango menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai salah satu fondasi utama dalam menghadirkan layanan pendidikan berkualitas bagi putra-putri Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo.

Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, mengungkapkan sebanyak 12 tenaga pendidik yang saat ini bertugas merupakan hasil seleksi nasional yang menjaring lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi keguruan di Indonesia.

“Alhamdulillah, tenaga pendidik di sekolah ini adalah lulusan-lulusan terbaik dari universitas keguruan di Indonesia. Mereka telah diseleksi dari ribuan pelamar, kemudian mengikuti pembekalan langsung oleh Kementerian Pendidikan Nasional,” ujar Surahmat saat diwawancarai pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT 6 di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).

Menurut Surahmat, proses menjaga kualitas tenaga pendidik tidak berhenti setelah mereka dinyatakan lolos seleksi dan ditempatkan di SNT 6. Performa para pendidik akan terus dipantau melalui proses monitoring dan evaluasi.

“Mereka senantiasa dikontrol kualitasnya, dimonitoring performanya, dan dipastikan memberikan layanan pendidikan terbaik untuk sekolah ini nantinya,” jelasnya.

Empat Pendidik dari Gorontalo

Dari 12 tenaga pendidik yang saat ini bertugas, empat orang di antaranya berasal dari Provinsi Gorontalo. Sementara delapan lainnya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Surahmat menjelaskan, komposisi tersebut merupakan konsekuensi dari sistem rekrutmen yang dilakukan secara nasional.

“Seleksi ini dilaksanakan secara nasional untuk memastikan bahwa guru-guru yang ditempatkan adalah guru-guru terbaik se-Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kesempatan untuk menjadi tenaga pendidik di SNT terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan dan kualifikasi yang telah ditetapkan.

“Siapa saja yang memenuhi kualifikasi sebagai guru nantinya di SNT dapat melamar, mengikuti seleksi, dan kemudian memperoleh penempatan di SNT,” tambahnya.

Untuk tahap awal, ke-12 pendidik tersebut berstatus sebagai tenaga pendamping pembelajaran. Menurut Surahmat, status tersebut berkaitan dengan aspek kepegawaian dan tidak mengurangi peran mereka dalam proses pembelajaran.

“Sifatnya penugasan atau dikenal dengan tenaga pendamping pembelajaran. Tidak ada bedanya dengan guru, hanya penamaan saja karena ini terkait dengan status kepegawaian,” ungkapnya.

Pemerintah juga direncanakan membuka seleksi bagi guru dengan status kepegawaian yang lebih permanen pada akhir tahun 2026.

Pendidikan Berkualitas untuk Anak Daerah

Surahmat menegaskan, SNT 6 Bone Bolango diarahkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh anak-anak dari berbagai daerah.

Sekolah ini tidak hanya akan berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mendorong pengembangan kompetensi, minat, bakat, serta kemampuan peserta didik untuk berkarya.

“Yang ingin kami pastikan adalah apa yang diharapkan oleh Pak Presiden benar-benar terwujudkan dalam program-program kami di sekolah. Beliau ingin sekolah ini memberikan layanan terbaik bagi siapa saja, bagi anak-anak di mana saja,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik akan mendapatkan layanan pendidikan secara menyeluruh, mulai dari pembelajaran, pembinaan kompetensi, pengembangan minat dan bakat, hingga penguatan kemampuan untuk berkarya di masa depan.

SNT 6 juga tidak hanya mengadopsi kurikulum nasional. Sekolah ini akan mengintegrasikan kekhasan lokal, budaya daerah, serta wawasan internasional dalam proses pembelajaran.

Untuk memperkaya konsep tersebut, pihak sekolah sebelumnya telah melakukan benchmarking atau studi tiru ke sejumlah sekolah terbaik di Indonesia.

“Benchmarking itu seperti studi tiru kepada sekolah-sekolah terbaik di Indonesia agar kami memperoleh gambaran bagaimana sekolah yang memberikan layanan terbaik, termasuk layanan berstandar internasional, sehingga hal-hal baik tersebut dapat kami terapkan di sekolah,” jelas Surahmat.

Menjawab Kebutuhan Pendidikan di Gorontalo

Kehadiran SNT 6 menjadi yang pertama di Kabupaten Bone Bolango dan merupakan bagian dari pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi yang tersebar di 17 titik di Indonesia.

Surahmat berharap keberadaan sekolah tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan berkualitas tanpa harus membuat anak-anak daerah meninggalkan Gorontalo untuk memperoleh pendidikan unggulan.

Menurutnya, masih terdapat anak-anak berpotensi yang harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah karena pilihan sekolah dengan layanan pendidikan unggulan di daerah masih terbatas.

“Sekolah ini ingin mengatasi hal tersebut sehingga setiap anak-anak terbaik dari Bone Bolango, dari Provinsi Gorontalo, dapat juga merasakan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.