POROSNEWS.ID, Kota Gorontalo – Di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang bersih, transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali menunjukkan konsistensinya dalam membangun tata kelola keuangan yang akuntabel. Untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut, Kabupaten Bone Bolango sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Gorontalo atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Bagi sebagian orang, opini WTP mungkin hanya dianggap sebagai capaian administratif. Namun di balik itu, ada disiplin birokrasi, kerja kolektif aparatur, hingga komitmen menjaga uang rakyat agar dikelola secara bertanggung jawab. Sebab tata kelola anggaran bukan hanya soal angka dalam laporan, tetapi tentang bagaimana negara hadir melalui kebijakan yang tertib dan dapat dipercaya.
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan BPK merupakan bentuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aktivitas pemerintahan selama satu tahun anggaran berjalan.
“Ini merupakan koreksi total terhadap seluruh kegiatan pemerintahan di Kabupaten Bone Bolango. Tentunya ini lintas kegiatan setahun lalu dan endingnya kita kembali meraih predikat WTP untuk ke-13 kalinya,” ujar Ismet Mile saat diwawancarai awak media, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola keuangan daerah dijalankan secara implementatif dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks, menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran yang sehat menjadi fondasi penting dalam menjalankan pemerintahan.
“Ini suatu kebanggaan daerah bahwa benar-benar tata kelola keuangan itu terlaksanakan secara baik dan memenuhi aturan yang berlaku,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak lahir dari kerja satu dua orang, melainkan hasil gotong royong birokrasi yang bekerja dengan kesadaran bahwa pelayanan publik harus dibangun di atas integritas.
“Ini merupakan hasil kerja keras, maksimalisasi tugas, fungsi dan peran seluruh aparat serta koordinasi dan kerja sama antara lembaga eksekutif dan legislatif,” tambahnya.
Bagi Bone Bolango, mempertahankan WTP selama 13 kali berturut-turut bukan sekadar menjaga prestise daerah. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga kepercayaan masyarakat bahwa setiap rupiah dari uang rakyat harus kembali untuk kepentingan rakyat.
Menutup keterangannya, Ismet Mile berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen membangun pemerintahan yang bersih, kuat dan berpihak pada masa depan daerah.
“Hasil ini kami persembahkan tidak hanya kepada rakyat, tetapi juga kepada Allah SWT. Semoga WTP ini terus berkesinambungan di Kabupaten Bone Bolango,” pungkasnya. (RML).












