Panen Raya Kuartal II Digelar, Bupati Ismet Mile : Ketahanan Pangan untuk Kesejahteraan

Bonebolango111 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Jagung-jagung menguning itu berdiri tegak di hamparan lahan Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan. Di tengah terik yang memantul dari daun-daun kering, para petani, aparat, dan pejabat daerah berkumpul dalam satu pesan yang sama: pangan bukan hanya soal perut, tetapi soal masa depan.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menjadi bagian dari Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, hadir mendampingi Gubernur Gorontalo bersama unsur Forkopimda dalam agenda yang sekaligus dirangkaikan dengan Groundbreaking 10 Gedung Ketahanan Pangan Polri dan Launching Operasional 166 SPPG Polri, Sabtu (16/5/2026).

Suasana panen raya itu tidak sekadar seremoni pertanian. Di balik tumpukan jagung hasil panen, tersimpan optimisme tentang bagaimana desa-desa bisa tetap hidup, ekonomi bergerak, dan masyarakat bertahan di tengah tantangan pangan global yang semakin tidak menentu.

Bupati Ismet Mile memandang sektor pertanian sebagai denyut utama pembangunan daerah. Baginya, ketahanan pangan bukan sekadar mengejar angka produksi, melainkan upaya besar untuk memastikan kesejahteraan masyarakat tumbuh dari tanah mereka sendiri.

“Kegiatan ini tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi pangan, tapi yang paling utama adalah usaha percepatan kesejahteraan,” ujar Ismet Mile.

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah ingin menjadikan pertanian lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Ada harapan agar petani tidak hanya panen, tetapi juga memperoleh kepastian ekonomi yang lebih baik.

Di hadapan para petani dan jajaran pemerintah yang hadir, Ismet Mile juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang saling menopang. Menurutnya, keberhasilan pangan tidak mungkin bertumpu pada petani seorang diri.

Ia menyebut peran penyedia pupuk, benih unggul, hingga dukungan lintas sektor sebagai bagian penting yang menentukan keberlanjutan produksi pertanian di Bone Bolango.

“Hal yang paling istimewa adalah tidak hanya keterlibatan daripada para petani, tapi juga di dalamnya keterlibatan dari para penyedia bahan, terutama pupuk, serta benih-benih unggul dan sebagainya,” jelasnya.
Karena itu, momentum panen raya di Molintogupo dipandang sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi.

Pemerintah daerah, aparat keamanan, kelompok tani, hingga penyedia sarana produksi diharapkan bergerak dalam satu irama menjaga ketersediaan pangan daerah.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan perubahan iklim yang mulai mempengaruhi sektor pertanian, Ismet Mile menilai kekompakan lintas pihak menjadi modal utama pembangunan Bone Bolango ke depan.

Baginya, pembangunan tidak cukup hanya dituangkan dalam dokumen dan program kerja. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seluruh kebijakan benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

“Ini menjadi modal utama saya selaku Bupati dalam melaksanakan segala macam kebijakan pembangunan. Di dalamnya tertuang bagaimana meningkatkan produksi pangan, agar ketahanan pangan ini benar-benar terwujud pada tingkat implementasi,” pungkasnya. (RML).