Lantik TP PKK Bone, Ismet Mile : Dasawisma Garda Terdepan Untuk Perubahan

Bonebolango51 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pelantikan bukanlah panggung simbolik. Ia harus menjadi pintu masuk bagi perubahan yang konkret. Ketua TP PKK yang baru dilantik, katanya, tak punya banyak waktu untuk berdiam. Tugas menanti, dan masyarakat menunggu.

Itu disampaikan oleh Bupati Bone Bolango Ismet Mile saat melantik Ketua TP PKK Kecamatan Bone dan sekaligus pengukuhan Ketua Dasawisma desa di balai pertemuan umum Kecamatan Bone, Selasa (14/4/2026).

Lanjut Bupati Ismet Mile, ada yang lebih dari sekadar seremoni dalam pelantikan itu. Bukan hanya pengukuhan jabatan, tetapi penegasan arah: bahwa kerja-kerja pemberdayaan harus menyentuh hingga ke jantung rumah tangga masyarakat.

Momentum itu, bagi sebagian orang, mungkin tampak seremonial. Namun bagi Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, ini adalah titik awal kerja nyata.

Dari 206 Ketua Dasawisma dikukuhkan. Jumlah yang besar, namun lebih dari itu, adalah tanggung jawab yang mengikutinya. Mereka bukan sekadar struktur organisasi. Mereka adalah mata dan telinga negara di level paling dekat lingkungan warga.

Di tangan para Ketua Dasawisma, data bukan sekadar angka. Ia adalah cerita tentang warga yang sakit namun tak terjangkau layanan kesehatan. Tentang ibu hamil dengan risiko yang tak terpantau. Tentang keluarga yang hidup dalam keterbatasan, tanpa akses yang memadai.

Ketua Dasawisma juga diharapkan aktif melaporkan kondisi masyarakat, seperti warga sakit yang belum memiliki BPJS, ibu hamil berisiko, hingga keluarga kurang mampu, agar dapat ditindaklanjuti melalui PKK desa, kecamatan, hingga dinas terkait.

Ismet Mile menekankan, Dasawisma harus hadir sebagai garda terdepan. Bukan hanya mencatat, tetapi bergerak. Bukan hanya mengetahui, tetapi melaporkan dan mengawal hingga ada solusi. Dari desa, ke kecamatan, hingga ke dinas terkait rantai koordinasi itu harus hidup.

“Kalau Dasawisma berjalan, maka negara hadir lebih dekat,” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.

Di sinilah letak taruhannya. Ketika Dasawisma bekerja optimal, maka program pemerintah tak lagi berhenti di meja kebijakan. Ia menjelma menjadi aksi nyata yang dirasakan masyarakat.

Pelantikan ini pun menjadi pengingat: kesejahteraan tidak lahir dari slogan. Ia tumbuh dari kerja yang konsisten, kolaborasi yang kuat, dan kepedulian yang nyata. Dan Dasawisma, seperti yang ditegaskan Ismet Mile, adalah awal dari semuanya.