Ismet Mile Minta Seluruh Forkopimda Siaga, Kekeringan Ancam Pertanian dan Pasokan Air di Bone Bolango

Bonebolango37 Dilihat

POROSNEWS.ID, POROSNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang mulai dirasakan di berbagai wilayah. Kondisi kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga pangan serta inflasi daerah apabila tidak segera ditangani.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bone Bolango, Drs. H. Ismet Mile, M.M., saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Kerja Bupati, Kamis (16/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati Ismet Mile mengungkapkan hasil identifikasi pemerintah daerah menunjukkan sedikitnya 218 hektare lahan persawahan mengalami kekeringan. Lahan yang terdampak tersebar di Kecamatan Kabila, Tilongkabila, dan Suwawa yang selama ini bergantung pada pasokan air dari jaringan Irigasi Alale.

“Ini harus menjadi perhatian bersama karena dapat berdampak langsung pada produksi pertanian. Jika produksi menurun, tentu akan berpengaruh terhadap ketersediaan pangan dan berpotensi memicu inflasi,” ujar Ismet Mile.

Selain sawah, kekeringan juga mulai memengaruhi komoditas pertanian lainnya. Data pemerintah daerah mencatat 67 hektare lahan jagung dan 3,4 hektare tanaman cabai mengalami gangguan akibat berkurangnya pasokan air.

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mengoptimalkan pemanfaatan pompa air yang telah didistribusikan kepada masyarakat. Hingga saat ini, sebanyak 193 unit pompa air telah disalurkan dan dimanfaatkan petani untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bone Bolango saat ini berada pada kategori areal agak kering. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko krisis air bersih serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah juga mencatat sedikitnya delapan kecamatan yang mencakup 21 desa telah merasakan dampak kekeringan. Karena itu, Bupati Ismet Mile meminta seluruh unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah-langkah mitigasi di lapangan.

“Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah penanganan agar dampak kekeringan dapat ditekan semaksimal mungkin. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan sektor pertanian tetap produktif,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap sinergi seluruh pihak dapat meminimalkan dampak musim kemarau, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.