Hadapi Keterbatasan Anggaran, Sekda Iwan Mustapa Dorong ASN Berinovasi dan Perkuat Digitalisasi

Bonebolango71 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mendorong aparatur sipil negara (ASN) membangun budaya inovasi dan memperkuat digitalisasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Iwan Mustapa, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Workshop Penyusunan Inovasi Daerah yang digelar di Aula Tolopani Bappeda Litbang Bone Bolango, Selasa (7/7/2026).

Dalam arahannya, Iwan mengatakan tantangan pemerintahan saat ini semakin kompleks. Di satu sisi kemampuan fiskal daerah masih terbatas, sementara di sisi lain masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas. Karena itu, inovasi harus menjadi solusi dalam menjawab berbagai tantangan tersebut.

“Kita tidak boleh berhenti melayani hanya karena alasan anggaran. Justru di situlah inovasi harus hadir sebagai solusi,” tegasnya.

Menurut Iwan, budaya inovasi telah menjadi bagian penting dari arah pembangunan Kabupaten Bone Bolango. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan mampu menghadirkan terobosan yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga mempercepat kinerja pemerintahan secara keseluruhan.

Selain inovasi, Sekda juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan. Ia menilai masih banyak kinerja ASN yang belum terdokumentasi secara optimal sehingga kontribusi dan capaian mereka belum tergambar dengan baik dalam sistem penilaian.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan memperkuat budaya inovasi dengan menjadikannya sebagai salah satu indikator penilaian kinerja organisasi maupun individu ASN.

Bahkan, ke depan pemerintah daerah menargetkan setiap pejabat mampu melahirkan sedikitnya satu inovasi setiap tahun, sehingga berbagai persoalan pembangunan dapat dijawab melalui solusi-solusi yang kreatif, efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau setiap pejabat melahirkan satu inovasi setiap tahun, maka akan lahir ratusan solusi untuk menjawab berbagai persoalan daerah,” ujar Iwan.

Ia berharap seluruh ASN menjadikan inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi sebagai budaya kerja dalam menjalankan tugas pemerintahan. Dengan demikian, pelayanan publik akan semakin berkualitas, kinerja birokrasi semakin efektif, serta kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah terus meningkat.