Dari Nol ke Madya, Bone Bolango Perkuat Program Lewat Bimtek KLA

Bonebolango77 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone Bolango dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) terus diperkuat. Setelah berhasil meraih predikat kategori Madya, pemerintah daerah kini fokus meningkatkan kualitas implementasi melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Coaching Clinic KLA Tahun 2026.

Itu disampaikan oleh Asisten II Bone Bolango, Yusbar Ismail pada Bimtek dan Coaching Clinic KLA, Selasa (14/4/2026).

“Alhamdulillah, Kabupaten Bone Bolango saat ini sudah masuk pada peringkat Madya. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujar Yusbar.

Ia menjelaskan bahwa konsep Kabupaten Layak Anak merupakan sistem pembangunan berbasis pemenuhan hak anak yang melibatkan peran aktif pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha secara terintegrasi.

Menurutnya, capaian kategori Madya yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi indikator bahwa upaya yang dilakukan selama ini telah berada pada jalur yang tepat.

“Bone Bolango bisa langsung meloncat ke kategori Madya, ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan capaian ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Samsia Melu, menegaskan bahwa Bimtek dan Coaching Clinic ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas Gugus Tugas KLA.

Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pemahaman teknis, tetapi juga mendorong kemampuan peserta dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memiliki arah yang sama dalam mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sebanyak 94 peserta yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra Gugus Tugas KLA mengikuti kegiatan ini. Mereka dibagi ke dalam lima klaster utama sesuai indikator penilaian KLA, sehingga pembahasan dapat lebih terfokus dan komprehensif.

Para peserta juga mendapatkan materi dari berbagai narasumber, mulai dari unsur pemerintah daerah hingga tim ahli dari tingkat provinsi, guna memperkuat perspektif dan strategi implementasi di lapangan.

Yusbar pun menekankan pentingnya peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.

“Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, sehingga program Kabupaten Layak Anak di Bone Bolango dapat berjalan lebih optimal ke depan,” tutupnya.

Melalui penguatan kapasitas dan sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango optimistis dapat mendorong percepatan terwujudnya daerah yang benar-benar layak dan ramah bagi anak, sekaligus meningkatkan capaian KLA ke level yang lebih tinggi di masa mendatang. (MRL).