Bone Bolango Perkuat Sinergi Lintas Sektor Untuk Tekan Kasus AIDS DanTBC

Bonebolango118 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Ismet Mile, upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM) kini semakin difokuskan melalui penguatan sinergi lintas sektor dan kemitraan multipihak yang terintegrasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang dipaparkan Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, Selasa (9/6/2026).

Menurut Sri Mulyani, AIDS, TBC, dan Malaria masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Pengendalian ATM tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, puskesmas, sektor swasta, organisasi masyarakat, hingga dunia pendidikan agar seluruh program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Sri Mulyani.

Sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam perencanaan pembangunan, Bappeda Litbang mengambil peran strategis dengan memastikan isu pengendalian ATM terintegrasi dalam berbagai dokumen pembangunan daerah. Mulai dari RPJMD, RKPD, hingga Renja Perangkat Daerah, seluruhnya diarahkan untuk mendukung terciptanya program kesehatan yang berkelanjutan dan mendapat dukungan anggaran yang memadai.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone Bolango juga mendorong optimalisasi pemanfaatan Dana Desa sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dukungan tersebut diwujudkan melalui edukasi kesehatan, pendampingan desa, penguatan data dan monitoring, serta kampanye perilaku hidup bersih dan sehat.

Dalam implementasinya, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut mengambil peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dinas Kesehatan berfokus pada deteksi dini, pengobatan, surveilans, dan edukasi kesehatan. Sementara itu, Bappeda Litbang memastikan sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) memperkuat kebijakan pemanfaatan Dana Desa untuk mendukung program kesehatan masyarakat.

“Keterlibatan lintas OPD ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Tidak hanya melibatkan unsur pemerintah, penguatan kemitraan juga diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi, media massa, tokoh agama, organisasi kepemudaan, PKK, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, hingga BUMN dan BUMD. Seluruh elemen tersebut didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan edukasi, advokasi, kampanye kesehatan, pendampingan masyarakat, serta dukungan program melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Meski demikian, Sri Mulyani mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya belum optimalnya integrasi program lintas sektor, keterbatasan data berbasis desa, serta masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam melakukan deteksi dini penyakit.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan terus memperkuat koordinasi antar sektor, meningkatkan kapasitas aparatur desa dan kader kesehatan, serta memperluas kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga non-pemerintah.

“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria. Dengan sinergi seluruh pihak, kita berharap dapat mewujudkan masyarakat Bone Bolango yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” pungkasnya.