Bone Bolango Kebut Pengoperasian KDKMP, Delapan Gerai Siap Perkuat Ekonomi Desa

Bonebolango105 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Desa perlahan mulai mengambil peran baru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi rakyat. Tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk dari luar, desa kini didorong menjadi ruang produksi, distribusi, sekaligus penggerak ketahanan pangan masyarakat. Semangat itulah yang mulai terlihat di Bone Bolango melalui percepatan pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menargetkan koperasi tersebut menjadi tulang punggung ekonomi desa yang mampu menghadirkan kebutuhan pokok murah sekaligus membuka ruang usaha baru bagi masyarakat.

Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 27 gerai KDKMP mulai dibangun di berbagai desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, delapan gerai telah selesai dan siap dioperasikan.

Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan UMKM Bone Bolango, Djumaidil mengatakan, delapan gerai yang siap beroperasi masing-masing berada di Desa Bandungan, Bongopini, Tihu, Bondaraya, Kaidundu Barat, Molutabu, Moutong, dan Bulotalangi Timur.

Menurutnya, kehadiran koperasi merah putih bukan sekadar menghadirkan bangunan baru di desa, tetapi membangun pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang terhubung langsung dengan kebutuhan dan potensi lokal.

“Harapannya program koperasi desa/kelurahan merah putih ini bisa segera berjalan maksimal dan masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya,” ujar Djumaidil.

Ia menjelaskan, setiap koperasi akan memiliki unit usaha yang disesuaikan dengan karakter dan potensi desa masing-masing. Ada desa yang fokus pada distribusi pangan, ada yang bergerak di sektor hasil pertanian, perikanan hingga pengembangan usaha mikro masyarakat.

Melalui skema tersebut, koperasi nantinya tidak hanya menjual kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan gas elpiji dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menyerap hasil produksi masyarakat desa untuk dipasarkan kembali.

Pemerintah daerah menilai pola ini penting untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat desa. Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, masyarakat desa diharapkan memperoleh harga jual yang lebih baik sekaligus akses kebutuhan pokok yang lebih murah.

Selain menjadi pusat distribusi pangan, KDKMP juga dipersiapkan sebagai ruang penguatan UMKM desa melalui fasilitas pembiayaan berbunga rendah. Langkah itu diyakini mampu membantu pelaku usaha kecil berkembang tanpa terbebani akses modal yang mahal.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, pembangunan gerai koperasi desa bukan semata proyek fisik. Lebih dari itu, koperasi dipandang sebagai instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat dari bawah.

Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, desa diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang menopang pembangunan daerah secara lebih merata.