Bone Bolango Jadi Sorotan Kementan, Produktivitas Padi Tertinggi Capai 12 Ton per Hektare

Bonebolango83 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Sektor pertanian Kabupaten Bone Bolango kembali menunjukkan performa yang membanggakan. Produktivitas padi di daerah ini berhasil mencapai kisaran 6 hingga 12 ton per hektare, angka yang dinilai melampaui rata-rata produktivitas nasional dan menjadi indikator kuat keberhasilan pembangunan pertanian di daerah.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia saat pelaksanaan Gerakan Tanam Padi bersama Kelompok Tani Ohilawa di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Senin (22/6/2026).

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mengatakan keberhasilan yang diraih para petani tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program bantuan pertanian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, bantuan berupa benih unggul, alat dan mesin pertanian, hingga pompa air telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil produksi padi di Bone Bolango.

“Bantuan ini terbukti memberikan dampak signifikan. Kita berharap hasil yang melimpah ini tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Ismet Mile.

Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas posisi Bone Bolango sebagai salah satu daerah penyangga sektor pangan di Provinsi Gorontalo. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, peningkatan produktivitas yang dicapai petani menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, menyebut Bone Bolango memiliki kontribusi strategis dalam mendukung percepatan target swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih saat ini menunjukkan hasil positif dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para petani di lapangan.

“Target swasembada yang seharusnya empat tahun, mampu kita capai dalam waktu satu tahun. Ini capaian besar yang harus terus dijaga,” tegas Sam.

Dalam kesempatan itu, Sam juga meminta Pemerintah Kabupaten Bone Bolango segera menyiapkan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) agar proses penyaluran bantuan pertanian tahap berikutnya dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, memaparkan sejumlah capaian yang berhasil diraih Bone Bolango. Selain produktivitas padi yang tinggi, daerah ini juga mencatat Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 99 persen dengan indeks pertanaman mencapai 250.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sektor pertanian di Bone Bolango berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif secara nasional.

“Produktivitas 6 sampai 12 ton per hektare itu angka yang luar biasa. Capaian ini menempatkan Bone Bolango di atas rata-rata nasional. Kami berharap tren positif ini terus terjaga,” tandasnya.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat dan daerah, Bone Bolango diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus menjadi daerah percontohan dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.