Tunjukkan Kekompakan, Ismet Mile dan Risman Tolingguhu Pimpin Musrenbang RKPD 2027

Bonebolango65 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Ada yang selalu menarik dari sebuah forum perencanaan: bukan hanya soal angka dan program, tapi tentang arah dan kebersamaan. Itu yang terlihat dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel El Madinah, Kota Gorontalo, Kamis (9/4/2026).

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, hadir memimpin langsung. Di sisinya, Wakil Bupati Risman Tolingguhu. Keduanya berdiri dalam satu irama—membuka ruang diskusi tentang masa depan daerah yang mereka pimpin.

Sebelum forum dimulai, suasana formal terasa kental. Pembawa acara (MC) menyapa satu per satu pejabat yang hadir—dimulai dari Bupati, Wakil Bupati, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari tata cara yang menegaskan penghormatan dalam setiap agenda pemerintahan.

Lalu, denting Polopalo dipukul. Bukan hanya bunyi, tapi penanda. Bahwa Musrenbang resmi dimulai. Bahwa pembahasan panjang tentang pembangunan segera digelar.

Di dalam ruangan, peserta hadir dengan komposisi yang merepresentasikan suara akar rumput. Musrenbang ini dihadiri oleh tiga orang utusan dari masing-masing 18 kecamatan, yang terdiri dari kepala desa, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan perempuan. Sebuah komposisi yang menegaskan bahwa pembangunan tak hanya dirancang, tapi juga disuarakan.

Tak hanya forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi ruang apresiasi. Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyerahkan piagam penghargaan kepada tokoh inovasi daerah dan perencana terbaik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati, bersama Ketua DPRD, Kapolres, Kejaksaan Negeri, serta Sekretaris Daerah—sebuah simbol bahwa inovasi dan perencanaan adalah kerja kolektif lintas unsur.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memperkenalkan capaian kinerja melalui pembagian buku profil pembangunan daerah selama satu tahun kepemimpinan paket IRIS. Buku tersebut menampilkan potret perjalanan pembangunan, dengan foto Bupati dan Wakil Bupati di bagian depan—sebagai representasi kepemimpinan yang sedang berjalan.

Dalam sambutannya, Ismet Mile berbicara tentang keseimbangan. Antara aturan dan kebutuhan. Antara perencanaan dari atas dan aspirasi dari bawah.

“Musrenbang ini penting. Karena di sinilah kita memastikan arah pembangunan tidak melenceng dari kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Musrenbang RKPD adalah puncak dari proses panjang—dimulai dari desa, bergerak ke kelurahan, lalu kecamatan. Semua usulan dihimpun, diverifikasi, dan disaring melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Namun, perencanaan tak boleh berhenti di atas kertas. Ia harus menjawab hal-hal konkret: jalan yang layak, ekonomi yang bergerak, pendidikan yang meningkat, layanan kesehatan yang merata, hingga kehidupan sosial budaya yang tetap terjaga.

Di titik ini, pemerintah daerah mendorong lebih dari sekadar rutinitas. Inovasi menjadi kata kunci. Setiap OPD dituntut tidak hanya menjalankan program, tetapi menghadirkan terobosan.

Musrenbang bukan akhir. Ia justru awal dari kerja panjang. Dan di forum itu, satu pesan terasa jelas: pembangunan bukan hanya tentang apa yang direncanakan, tetapi tentang bagaimana kebersamaan dijaga untuk mewujudkannya.

Peserta Musrenbang terdiri dari :
1. Musrenbang dihadiri oleh 3 orang peserta utusan perwakilan dari 18 Kecamatan terdiri dari Kades, Unsur BPD dan perwakilan Perempuan.
2. Penyerahan piagam penghargaan tokoh inovasi darah dan perencana terbaik dari OPD oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua Dewan, Kapolres, Kejari, dan Sekda,
3. Pembagian buku profil pembangunan daerah 1 tahun kepemimpinan paket Iris dengan foto Bupati dan Wakil Bupati dibagian depan buku profil.