Tromol Pengolahan Emas milik ASN Berubah Jadi Tempat Hiburan Malam Dan Minuman Keras

Pohuwato158 Dilihat

POROSNEWS.ID, Pohuwato – Lokasi tromol yang diduga milik dari seorang ASN dilingkungan Pemkab Pohuwato, Kecamatan Buntulia, Desa Sipatana, yang seharusnya difungsikan sebagai tempat pengelolahan hasil tambang emas di Desa Sipatana. kini, mengalami penyimpangan fungsi yang sangat memprihatinkan.

Alih-alih digunakan sesuai peruntukannya sebagai area produksi dan pengolahan hasil tambang, lokasi tersebut justru berubah menjadi tempat hiburan malam yang kerap dijadikan ajang berkumpul hingga larut malam.

Lebih ironis lagi, di lokasi tersebut ditemukan aktivitas konsumsi minuman keras yang berlangsung secara terbuka. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Sipatana, terutama karena keberadaan tempat tersebut berada tidak jauh dari pemukiman warga.

Dihimpun dari poronews id. ketika pada saat turun lapangan dilokasi tempat kejadian.

Aktivitas hiburan malam dan peredaran minuman keras dinilai sangat bertentangan dengan norma sosial, adat istiadat, serta nilai keagamaan yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.

Selain berdampak pada ketertiban umum, perubahan fungsi lokasi tromol ini juga dikhawatirkan memicu berbagai permasalahan sosial, seperti meningkatnya potensi konflik, gangguan keamanan, serta rusaknya moral generasi muda.

Dan dikhawatirkan akan merambat serta menambah permasalahan yang hari ini diresahkan para petani akibat limbah air dari tromol tersebut, akan berdampak kealiraan sungai yang menuju kelahan lahan masyarakat petani, masyarakat berharap agar pihak berwenang, baik pemerintah desa maupun instansi terkait, dapat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan dan mengembalikan fungsi lokasi tersebut sesuai dengan peruntukannya.

Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pihak terkait, masyarakat Desa Sipatana berharap lingkungan desa dapat kembali aman, tertib, dan kondusif, serta terbebas dari aktivitas yang merugikan dan mencoreng citra desa.

Penulis : Alis Pakaya
Editor : Siskawati Usman