POROSNEWS.ID, Gorontalo — Perhimpunan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Gorontalo bersama PT Pegadaian menggelar Gerakan “Merdeka Stunting 2026” bagi 30 ibu hamil di Gorontalo, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang mengusung slogan “Dari Ibu Hamil Semua Jadi Penting” ini dipusatkan di Kantor PT Pegadaian Cabang Kota Selatan, Kota Gorontalo. Gerakan tersebut merupakan bagian dari aksi serentak POGI dan Pegadaian yang dilaksanakan di 36 provinsi se-Indonesia sepanjang Agustus 2026.
Secara nasional, program ini menyasar 1.080 ibu hamil. Setiap provinsi melibatkan 30 ibu hamil yang sebelumnya telah dijaring melalui puskesmas.
Di Gorontalo, para peserta mendapatkan pelayanan kesehatan langsung dari tim dokter spesialis kebidanan dan kandungan se-Provinsi Gorontalo. Pelayanan meliputi edukasi gizi, pemantauan kehamilan, pemeriksaan USG gratis, serta konsultasi langsung dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi.
Dr. Sukma selaku pelaksana kegiatan mengatakan, Gerakan “Merdeka Stunting 2026” merupakan bentuk komitmen bersama untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan.
“Gerakan ini lahir dari komitmen bersama antara POGI dan Pegadaian untuk mencetak generasi sehat menuju Indonesia Emas yang bebas dari stunting. Melalui aksi nyata hari ini, kami memberikan pelayanan menyeluruh mulai dari edukasi gizi, pemantauan kehamilan, pemeriksaan USG gratis, hingga konsultasi langsung bersama dokter spesialis Obgyn,” ujar Dr. Sukma.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, para ibu hamil peserta gerakan juga mendapatkan suplemen dan multivitamin kehamilan secara gratis untuk dikonsumsi selama enam bulan hingga persalinan. Mereka juga menerima paket sembako sehat sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan selama kehamilan.
Dr. Sukma turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, termasuk POGI Cabang Gorontalo, Pegadaian Area Gorontalo, Pegadaian Cabang Kota Selatan, serta Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.
Sementara itu, Ketua POGI Cabang Gorontalo, Dr. Maimun Ihsan, Sp.OG, menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak boleh dilakukan setelah anak lahir saja. Pencegahan harus dimulai sejak sebelum menikah dan diperkuat selama masa kehamilan.
Menurutnya, masih terdapat pemahaman di masyarakat bahwa stunting hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak yang lahir dengan ukuran kecil. Padahal, stunting dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kecerdasan dan daya tahan tubuh anak.
“Stunting bukan sekadar bayi lahir kecil, melainkan berdampak berat pada gangguan kecerdasan anak dan daya tahan tubuh yang lemah. Pencegahan tidak bisa ditunggu setelah anak lahir, tetapi wajib diperkuat sejak sebelum menikah dan selama masa kehamilan. Benteng utama kami di Obgyn adalah memastikan ibu hamil sehat agar bayi tidak lahir stunting,” tegas Dr. Maimun Ihsan, Sp.OG.
Melalui kegiatan tersebut, POGI dan Pegadaian berharap para ibu hamil mendapatkan pendampingan yang memadai selama masa kehamilan hingga persalinan. Untuk kasus kehamilan berisiko tinggi, peserta juga dapat memperoleh tindak lanjut dan rujukan ke rumah sakit.
Gerakan “Merdeka Stunting 2026” di Gorontalo diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, dengan memastikan kesehatan dan kecukupan gizi ibu selama kehamilan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas.












