POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pemerintah daerah terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi di kalangan generasi muda. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sederajat yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone Bolango, Selasa (28/4/2026).
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menilai lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter anak sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan merupakan keterampilan penting yang perlu diasah sejak bangku sekolah dasar.
Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak didorong untuk lebih percaya diri, berani tampil, serta mampu berkomunikasi secara baik dalam lingkungan sosial. Di sisi lain, lomba bertutur juga menjadi media efektif untuk menumbuhkan minat baca dan memperluas wawasan peserta didik.
“Anak-anak kita perlu dibekali kemampuan komunikasi yang baik sejak dini. Ini bukan hanya untuk tampil di atas panggung, tetapi juga untuk kehidupan mereka ke depan,” ujar Ismet Mile.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penguatan nilai budaya. Literasi, kata dia, harus menjadi fondasi utama agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone Bolango, Mesalina Vivi Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong tumbuhnya budaya membaca sekaligus mengasah kreativitas anak-anak dalam bertutur.
Sebanyak 50 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut. Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp16,5 juta sebagai bentuk apresiasi bagi para pemenang.
Dengan mengusung tema tentang penguatan literasi dan pelestarian budaya, lomba ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Bone Bolango yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kecintaan terhadap budaya, serta kemampuan komunikasi yang baik.
Pemerintah daerah pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak peserta hingga ke tingkat desa.












