POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Musabaqoh Tilawatil Qur’an kali ini dengan mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qurani yang Berakhlakul Karimah dan Berdaya Saing Menuju Bone Bolango Juara”. Dan Tema ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang religius sekaligus kompetitif.
Itu disampaikan oleh Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XII tingkat Kabupaten Bone Bolango, Sufri Puili tahun pada pembukaan MTQ yang melibatkan seluruh kecamatan yang ada di Bone Bolango.
Lanjut Sufri Puili, MTQ ini menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar yang tidak hanya bernuansa kompetisi, tetapi juga sarat nilai syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani.
MTQ ke-XII berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 hingga 23 April 2026, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 200 orang yang berasal dari 18 kecamatan. Para peserta merupakan putra-putri terbaik yang telah melalui seleksi di tingkat kecamatan.
Menariknya, pelaksanaan lomba tersebar di beberapa lokasi strategis, di antaranya:
* Cabang Tilawah Al-Qur’an dipusatkan di Masjid Baitul Haq Islamic Center
* Cabang Fahmil Qur’an dilaksanakan di kantor Kemenag
* Cabang Kaligrafi dan Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Qur’an (MKQ) digelar di MAN Insan Cendekia
Beragam cabang lomba dipertandingkan dalam MTQ ini, antara lain:
* Tartil Al-Qur’an
* Tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa
* Tilawah murottal remaja dan dewasa
* Tahfidz 1 juz dan 5 juz
* Fahmil Qur’an
* Syarhil Qur’an
* Kaligrafi Al-Qur’an
* Karya Tulis Ilmiah Qur’an
Dan pelaksanaan MTQ ini tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, menumbuhkan generasi Qurani yang berprestasi, serta mempererat silaturahmi antar peserta dan masyarakat.
Selain itu, ajang ini juga menjadi sarana seleksi bagi peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Bone Bolango pada MTQ tingkat Provinsi Gorontalo.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, MTQ ke-XII ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.






