Messi Tidak Sedang Mengejar Gol Ia Sedang Mengejar Keabadian

Swiss Datang Membawa Disiplin. Argentina Membawa Mimpi Sebuah Bangsa.

Lionel Messi sudah memenangkan hampir semuanya.Delapan Ballon d’Or. Liga Champions.Copa América.Piala Dunia.

Kalau ukuran hidup seorang pesepak bola adalah trofi, sebenarnya Messi sudah boleh pensiun sambil tersenyum.Tetapi justru di situlah menariknya.Orang-orang hebat jarang bermain hanya demi trofi.Mereka bermain demi warisan.

Mereka ingin dikenang bukan hanya karena pernah hebat, tetapi karena mampu tetap hebat ketika semua orang mengira waktunya sudah habis.

Malam ini, Argentina memang menghadapi Swiss.Namun saya rasa lawan terbesar Argentina bukanlah Swiss.Lawan terbesarnya adalah ekspektasi.Karena semakin dekat menuju final…Semakin berat beban yang mereka pikul.

Kabar dari Ruang Ganti Argentina datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Mesir 3-2. Pertandingan itu memperlihatkan sisi lain dari Albiceleste.Mereka tidak panik ketika tertinggal.Mereka tidak kehilangan arah setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.

Sebaliknya, kapten mereka justru merespons dengan cara yang hanya bisa dilakukan pemain besar. Messi mengirim umpan silang yang disundul Cristian Romero menjadi gol pertama Argentina, kemudian mencetak gol penyeimbang, sebelum Lautaro Martínez mengirim umpan silang yang diselesaikan Enzo Fernández melalui sundulan kemenangan.

Yang lebih menarik, kemenangan itu menunjukkan bahwa Argentina tidak lagi bergantung hanya pada Messi.

Sementara itu Swiss kembali menunjukkan identitas mereka. Mereka menyingkirkan Kolombia lewat adu penalti tanpa kebobolan selama 120 menit. Tim asuhan Murat Yakin mungkin tidak memainkan sepak bola paling indah, tetapi mereka hampir tidak pernah kehilangan organisasi.

Dan dalam pertandingan knockout…Organisasi sering lebih penting daripada keindahan.

Tiga Pertarungan Penentu

Pertama tentu saja Lionel Messi melawan Granit Xhaka.Saya tidak percaya Xhaka akan mengejar Messi ke mana-mana.Yang akan ia lakukan adalah memastikan Messi tidak menerima bola di ruang yang ia sukai.Karena menghentikan Messi bukan soal mengejar.Melainkan soal mempersempit pilihannya.

Duel kedua adalah Cristian Romero menghadapi Breel Embolo.Swiss tidak akan menciptakan banyak peluang.Karena itu setiap duel udara, setiap bola kedua, dan setiap situasi bola mati bisa menentukan nasib pertandingan.

Pertarungan ketiga mungkin justru yang paling penting.Kesabaran Argentina melawan disiplin Swiss.

Argentina ingin mempercepat permainan.Swiss ingin memperlambatnya.Siapa yang berhasil memaksakan ritmenya…Dialah yang akan lebih dekat menuju semifinal.

Yang Tidak Masuk Statistik
Opta memberi Argentina peluang sekitar 69 persen untuk lolos ke semifinal.Angka itu masuk akal.Tetapi ada sesuatu yang tidak bisa dihitung komputer.Kepercayaan diri.

Comeback melawan Mesir memberi Argentina sesuatu yang lebih berharga daripada kemenangan.Mereka kini tahu bahwa bahkan ketika keadaan tampak buruk…Mereka tetap mampu menemukan jalan keluar.Keyakinan seperti itu sering menjadi pembeda di turnamen besar.

Sebaliknya, Swiss datang tanpa tekanan.Mereka tidak diwajibkan menang.Dan justru itulah yang membuat mereka berbahaya.

📊 Catatan Opta
Prediksi Supercomputer
🇦🇷 Argentina lolos: 69%🇨🇭 Swiss lolos: 31%
Prediksi Catatan Peter
Argentina menang 2-0.

Alasan: Argentina memiliki lebih banyak variasi serangan, pengalaman di laga besar, dan momentum setelah comeback dramatis. Tetapi mereka harus bersabar. Swiss adalah tim yang membuat lawan bekerja keras untuk setiap gol.

Saya memilih Argentina.Bukan hanya karena mereka memiliki Messi.Justru karena mereka kini tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Messi.

Beberapa tahun lalu, ketika Messi dijaga ketat, Argentina sering kehilangan arah.Sekarang tidak lagi.Kalau Messi diam, Enzo bergerak.Kalau Enzo dijaga, Mac Allister muncul.Kalau pertahanan terlalu fokus kepada lini tengah, Romero bisa mencetak gol dari bola mati.Inilah Argentina yang menurut saya lebih lengkap dibanding edisi sebelumnya.

Tetapi ada satu syarat.Mereka tidak boleh terburu-buru.Swiss adalah tim yang senang melihat lawannya frustrasi.Semakin lama skor tetap 0-0…Semakin besar peluang kejutan.

☕ Ngopi Bareng Peter

Saya pernah mendengar seorang pelatih berkata,“Pertandingan besar tidak selalu dimenangkan oleh pemain terbaik.”“Sering kali dimenangkan oleh pemain yang paling sabar menunggu momennya.”

Saya rasa itu bukan hanya pelajaran sepak bola.Kadang-kadang…Itu juga pelajaran hidup.

Besok pagi kita akan tahu siapa yang lolos ke semifinal. Tetapi malam ini, kita masih boleh menikmati semua kemungkinan. Dan bukankah segala kemungkinan itulah yang membuat kita jatuh cinta kepada sepak bola?

Peter Titirloloby

Berita Feed