POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pentingnya peran PKK dan Dasawisma sebagai ujung tombak pembangunan berbasis keluarga di tingkat desa. Dan perjuangan pemekaran desa di Kecamatan Botupingge sebagai wilayah, awalnya hanya terdiri dari dua desa, yakni Desa Buata dan Desa Panggulo, sebelum akhirnya berkembang menjadi sembilan desa seperti saat ini.
Itu disampaikan oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, pada pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Botupingge, yang dirangkaikan dengan serah terima jabatan Ketua TP PKK lama kepada ketua yang baru, serta pelantikan Ketua-Ketua Dasawisma desa se-Kecamatan Botupingge, di Lapangan Desa Sukma, Kecamatan Botupingge, Kamis (16/4/2026).
Lanjut Bupati Ismet Mile, perjuangan itu tidak mudah. Banyak tantangan, bahkan ada yang mencoba menghalangi. Tapi semua dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemekaran desa membawa dampak nyata, terutama dalam peningkatan alokasi Dana Desa yang masuk ke wilayah tersebut. Dengan bertambahnya jumlah desa, maka semakin besar pula anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau hanya dua desa, dana yang masuk terbatas. Tapi dengan sembilan desa, tentu jauh lebih besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemekaran desa juga membuka peluang kerja baru di tingkat lokal. Berbagai posisi strategis di desa pun tercipta, mulai dari kepala desa, sekretaris desa, kepala dusun, hingga perangkat lainnya seperti imam, pegawai syara’, pemangku adat, BPD, dan LPM.
“Ini bukan sekadar kebijakan, tapi realitas. Dulu banyak yang belum punya penghasilan tetap, sekarang bisa bekerja dan hidup lebih layak,” tambahnya.
Selain itu, Bupati memberikan apresiasi kepada para ibu PKK dan Dasawisma yang baru dilantik. Dengan gaya santai, ia memuji para peserta yang tampil “cantik-cantik seperti artis di Jakarta”, yang disambut antusias oleh hadirin.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peran PKK bukan hanya seremonial, melainkan memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong kesejahteraan keluarga.
“PKK dan Dasawisma ini kekuatan nyata di masyarakat. Kalau mereka bergerak, maka kesejahteraan juga akan ikut bergerak,” tegasnya.
Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan seragam sekolah kepada anak-anak, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap dunia pendidikan. Selain itu, turut dilaksanakan kegiatan donor darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bone Bolango, yang mendapat antusias dari peserta dan masyarakat.












