HIPMI Bonbol : Jangan Curigai Investor, Sambut Modal Yang Masuk ke Bone Bolango

Bonebolango40 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango — Kehadiran sejumlah calon investor asing di Bone Bolango mendapat apresiasi dari Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bone Bolango, Zulkifli Ibrahim. Ia menilai kedatangan para investor tersebut justru harus dibaca sebagai peluang, bukan semata-mata dari sisi seremoni kehadiran mereka di area VVIP HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Zulkifli, para investor tersebut tengah menjajaki kerja sama Business to Business (B2B) untuk delapan sektor strategis. Yang membuat rencana ini menarik, seluruh investasi diarahkan menggunakan modal swasta sehingga tidak membebani APBD.

“Jangan sampai kita sibuk melihat siapa yang datang, tetapi lupa melihat apa yang mereka bawa. Mereka datang membawa peluang investasi, teknologi dan modal untuk pembangunan Bone Bolango,” tegas Zulkifli, Senin (17/8/2026).

Delapan sektor yang dijajaki meliputi motor listrik, videotron di seluruh kecamatan, drone pertanian, pabrik pakan, hidroponik, pabrik briket, cold storage perikanan, serta tower internet gratis dengan radius 5–10 kilometer di sejumlah titik.

Bagi HIPMI, pola seperti ini justru layak didorong. Ketika ruang fiskal daerah terbatas, investasi swasta dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembangunan tanpa terus menggantungkan pembiayaan pada APBD.

“Kalau ada pihak yang mau membawa uangnya sendiri untuk berinvestasi di Bone Bolango, membuka peluang usaha dan menciptakan efek ekonomi, tentu harus kita apresiasi. Yang penting mekanismenya jelas, transparan dan memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.

Zulkifli menilai pengelolaan investasi melalui BUMD juga dapat menjadi momentum untuk mengubah wajah perusahaan daerah. BUMD tidak boleh sekadar menjadi lembaga administratif, tetapi harus mampu menjadi mesin ekonomi yang menghasilkan keuntungan dan berkontribusi terhadap PAD.

Efeknya, kata dia, diharapkan tidak berhenti di tingkat BUMD. BUMDes dan pelaku usaha lokal juga harus memperoleh ruang untuk masuk dalam rantai ekonomi investasi tersebut.

“Kita membutuhkan investasi, bukan kecurigaan. Kita membutuhkan modal, bukan sekadar wacana. Kalau investasi ini benar-benar terealisasi dengan tata kelola yang baik, Bone Bolango mendapatkan pembangunan, masyarakat mendapatkan peluang ekonomi, dan APBD tetap aman,” pungkasnya.

HIPMI Bone Bolango berharap pemerintah daerah terus membuka ruang investasi dengan tetap menjaga kepentingan publik, kepastian hukum dan transparansi. Sebab, bagi dunia usaha, daerah yang ramah investasi bukan daerah yang menjual kepentingannya, tetapi daerah yang mampu mengubah potensi menjadi peluang dan peluang menjadi kesejahteraan.