Mahasiswa Alumni STIE Pohuwato 2019 Menuntut Status Kelulusan Didikti Tidak Sesuai

Pohuwato115 Dilihat

POROSNEWS.ID, Pohuwato – Kekecewaan dan keresahan menyelimuti sejumlah mahasiswa alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pohuwato yang mendapati status kelulusan mereka pada pangkalan data pendidikan tinggi (Dikti) tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Itu disampaikan oleh mahasiswa STIE Pohuwato melalui meja redaksi, Senin (30/3/2026).

Setelah melalui proses perkuliahan selama bertahun-tahun, menyelesaikan seluruh kewajiban akademik, hingga dinyatakan lulus secara resmi oleh pihak kampus, para alumni justru dihadapkan pada persoalan administratif yang cukup serius.

Dalam data yang tercatat di sistem Dikti, ditemukan adanya ketidaksesuaian status, mulai dari belum dinyatakan lulus, data tidak lengkap, hingga informasi akademik yang tidak sinkron. Hal ini tentu menimbulkan dampak yang besar bagi para alumni, terutama dalam mengakses dunia kerja, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta memenuhi berbagai persyaratan administratif lainnya yang mensyaratkan validitas data pendidikan.

Merasa dirugikan, para mahasiswa alumni pun menyampaikan tuntutan dan keberatan kepada pihak kampus. Mereka mendesak agar pihak institusi segera melakukan klarifikasi dan perbaikan data ke Dikti, serta bertanggung jawab atas kelalaian yang terjadi. Para alumni juga berharap adanya transparansi dalam proses pengelolaan data akademik, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Selain itu, mereka juga meminta perhatian dari pihak terkait, termasuk lembaga pengawas pendidikan tinggi, agar turut mengawal permasalahan ini. Menurut mereka, persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menyangkut masa depan dan hak akademik yang telah mereka perjuangkan dengan penuh pengorbanan.

Dengan adanya tuntutan ini, para alumni berharap pihak kampus dapat segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka ingin memastikan bahwa status kelulusan mereka di Dikti sesuai dengan kenyataan, sehingga tidak lagi menjadi hambatan dalam melangkah ke tahap kehidupan berikutnya. (Alis Pakaya).