Si-Tata dan PAGAR Jadi Terobosan RSUD Toto Kabila Menuju Reakreditasi 2027

Bonebolango41 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango — Sebuah rumah sakit pada akhirnya tidak hanya dinilai dari gedungnya, peralatannya, atau selembar sertifikat yang terpajang di dinding. Ukuran yang paling penting justru sederhana: seberapa aman pasien dirawat, seberapa baik masyarakat dilayani, dan seberapa tertib seluruh sistem bekerja.

Dari cara pandang itulah RSUD Toto Kabila mulai menapaki persiapan menuju penilaian reakreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2027.

Langkah tersebut ditandai melalui kick-off reakreditasi yang dirangkaikan dengan penutupan agenda Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 di lingkungan RSUD Toto Kabila, Jumat (11/9/2026).

Bupati Bone Bolango bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Staf Ahli Bupati, jajaran asisten, pimpinan OPD, manajemen, serta tenaga medis turut hadir dalam momentum tersebut.

Namun, bagi Direktur RSUD Toto Kabila, H. Iwan Usman, reakreditasi bukanlah perlombaan untuk sekadar memperoleh predikat.

“Reakreditasi pada 2027 nanti bukan hanya untuk mendapatkan lembar sertifikat atau predikat saja. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa pelayanan di RSUD Toto Kabila benar-benar terstandarisasi,” ujar Iwan.

Pernyataan itu menyiratkan satu hal penting: akreditasi bukan tujuan akhir. Ia seharusnya menjadi alat untuk membangun budaya kerja yang lebih baik.

Karena itu, RSUD Toto Kabila menetapkan tiga fokus utama. Pertama, memastikan mutu pelayanan semakin terstandar. Kedua, menjadikan keselamatan pasien atau patient safety sebagai budaya yang hidup hingga tingkat petugas lapangan. Ketiga, membenahi tata kelola manajemen rumah sakit secara menyeluruh.

Dengan demikian, perubahan tidak berhenti pada ruang rapat. Ia harus sampai ke ruang pelayanan, tempat pasien bertemu langsung dengan sistem dan manusia yang menjalankannya.

Dua Inovasi, Satu Arah Perubahan

Semangat pembenahan itu kemudian diterjemahkan melalui dua inovasi baru, yakni Si-Tata dan PAGAR.

Si-Tata atau Sistem Informasi Tata Kelola hadir sebagai bagian dari transformasi administrasi rumah sakit menuju sistem yang lebih modern dan digital.

Salah satu penerapannya adalah digitalisasi pencatatan buku tamu yang sebelumnya dilakukan secara manual. Perubahan yang tampak sederhana ini sebenarnya menggambarkan arah yang lebih besar: mengurangi pekerjaan administratif yang tidak efisien dan membangun sistem informasi yang lebih terintegrasi.

Sementara PAGAR atau Pendamping Siaga Cegah Risiko Pasien hadir dengan perhatian yang lebih dekat kepada pasien.

Program yang digagas tim pendidikan dan pelatihan tersebut diarahkan untuk mendampingi pasien sekaligus meminimalkan dan mencegah berbagai potensi risiko selama masa perawatan.

Sebab, dalam pelayanan kesehatan, keselamatan bukan sekadar prosedur yang tertulis di atas kertas. Keselamatan harus menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh setiap orang, setiap waktu.

Di situlah makna penting dari proses reakreditasi RSUD Toto Kabila.

Ia bukan hanya tentang bagaimana rumah sakit bersiap menghadapi sebuah penilaian pada Agustus 2027. Lebih jauh, ini adalah kesempatan untuk membangun sistem pelayanan yang tetap bekerja dengan baik bahkan ketika tidak sedang dinilai.

Persiapan yang dimulai hari ini pada akhirnya bukan hanya investasi untuk sebuah akreditasi, tetapi investasi untuk kepercayaan masyarakat.

Manajemen RSUD Toto Kabila pun berharap dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus mengiringi setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan penilaian.

Karena rumah sakit yang baik bukan hanya rumah sakit yang lulus penilaian.

Rumah sakit yang baik adalah tempat di mana standar pelayanan menjadi kebiasaan, keselamatan pasien menjadi budaya, teknologi menjadi alat untuk memudahkan, dan setiap orang yang datang mencari pertolongan merasa benar-benar dilayani sebagai manusia.

Dari Toto Kabila, perubahan itu sedang dimulai.