POROSNEWS.ID, Boalemo – Pencanangan Desa Peduli Demokrasi menjadi salah satu terobosan penting dalam memperkuat kehidupan demokrasi, sekaligus menegaskan bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Desa Peduli Demokrasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boalemo, Kamis (15/11/2026).
Menurut Rum Pagau, dalam sistem demokrasi, rakyat memiliki hak dan kewenangan untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten hingga desa.
Ia menjelaskan, rakyat memiliki peran penting dalam menentukan pemimpin negara, anggota DPR RI, DPD RI, gubernur, bupati, wali kota, maupun pemimpin di tingkat desa melalui proses demokrasi.
“Rakyat yang menentukan siapa pemimpin kita, mulai dari kepala negara, anggota DPR RI, DPD RI, provinsi dan kabupaten, gubernur, wali kota dan bupati, hingga tingkat desa. Semua itu ditentukan oleh rakyat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rum Pagau menyampaikan bahwa di era reformasi, demokrasi langsung telah menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun demikian, menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana melaksanakan demokrasi, tetapi juga bagaimana menjaga dan merawat nilai-nilai demokrasi agar tetap berjalan dengan baik.
Olehnya, melalui pencanangan Desa Peduli Demokrasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, serta membangun pemahaman bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan demikian, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai upaya menjaga kedaulatan rakyat dan memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.






