Pemkab Bone Bolango Perketat Pengawasan MBG Demi Higenitas Dan Bergizi

Bonebolango94 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran penerima manfaat tetap terjaga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengawasan dapur MBG, percepatan pembangunan Sentra Pangan dan Gizi (SPPG), hingga edukasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Staf Ahli Bupati Bidang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Infrastruktur, Andriean Andjar, menegaskan bahwa program MBG tidak hanya dipahami sebagai kegiatan pembagian makanan gratis semata, melainkan bagian dari gerakan jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang sehat dan unggul.

“Program ini harus dikawal serius mulai dari kualitas bahan makanan, sanitasi dapur, hingga proses distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Andriean saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor promosi dan edukasi MBG di Gorontalo.

Menurutnya, kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat harus menjadi perhatian utama seluruh pihak, sebab program tersebut menyangkut kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Saat ini, Pemkab Bone Bolango juga tengah mempercepat pembangunan SPPG di sejumlah kecamatan guna memperluas jangkauan layanan program MBG. Dua dapur MBG diketahui telah mulai beroperasi, sementara beberapa titik lainnya kini memasuki tahap akhir persiapan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi makanan bergizi dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok secara merata.

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, sebelumnya juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah dalam menjaga higienitas makanan yang akan dikonsumsi para penerima manfaat program.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin muncul persoalan keamanan pangan yang justru merugikan masyarakat, sehingga pengawasan kualitas makanan menjadi prioritas penting dalam implementasi MBG di daerah.

Selain menyasar kalangan pelajar, program MBG di Bone Bolango kini mulai diperluas untuk ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari intervensi gizi terpadu pemerintah daerah.

Pemkab Bone Bolango mencatat jumlah penerima manfaat program tersebut diproyeksikan mencapai lebih dari 49 ribu orang yang tersebar hingga wilayah terpencil.

Menariknya, Badan Gizi Nasional (BGN) bahkan memproyeksikan Bone Bolango sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam pelaksanaan MBG. Penilaian itu didasarkan pada kesiapan infrastruktur, dukungan lintas sektor, serta komitmen daerah dalam memperkuat pemanfaatan pangan lokal.

Dengan pengawasan yang diperketat dan dukungan berbagai pihak, Pemkab Bone Bolango berharap program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi lahirnya generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.