POROSNEWS.ID, Gorontalo – Gelombang aksi massa di Jakarta pasca tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban tindakan represif aparat, menuai sorotan dari berbagai elemen pergerakan. Salah satunya datang dari Delvi Sastro Datuela, Ketua Persaudaraan Alumni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Gorontalo.
Dalam pernyataannya, Sastro menegaskan bahwa tragedi tersebut adalah bukti nyata kegagalan negara dalam melindungi rakyat.
“Kematian Affan Kurniawan bukan peristiwa kebetulan. Ini adalah konsekuensi dari negara yang lebih memilih jalan kekerasan ketimbang mendengarkan suara rakyat. Nyawa anak bangsa melayang hanya karena kekuasaan panik menghadapi kritik,” ujarnya.
Sastro juga menyoroti kebijakan DPR yang tetap ngotot mempertahankan tunjangan besar di tengah krisis ekonomi rakyat.
“Ketika rakyat antre beras murah, DPR justru menambah fasilitas mewah. Mereka hidup di menara gading, sementara rakyat di desa dan kota sama-sama terhimpit. Inilah bukti DPR sudah kehilangan kepekaan sosial,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang semakin memburuk menambah alasan mendesak perlunya reformasi struktural.
“Harga kebutuhan pokok melambung, lapangan kerja sempit, dan rakyat makin miskin. Sementara kekayaan negeri ini terus dikuasai segelintir oligarki. Jalan keluarnya bukan tambal sulam kebijakan, tapi perubahan sistem yang berpihak pada rakyat,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Sastro menegaskan bahwa aksi-aksi massa yang terjadi adalah bagian dari suara rakyat yang tidak pernah didengar oleh penguasa.
“Jika pemerintah dan DPR tetap tuli terhadap suara rakyat, maka gelombang perlawanan tidak akan padam. Karena sejarah selalu membuktikan, kekuasaan yang menindas hanya bisa runtuh oleh keberanian rakyat yang bersatu,” pungkasnya