Dari Desa ke Industri: Ismet Mile Menyiapkan Kabila Bone sebagai Embrio Ekonomi Bone Bolango

Bonebolango24 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango — Sebuah kecamatan sering kali hanya dibaca sebagai batas administratif. Ada garis di peta, ada kantor pemerintahan, ada sembilan desa di dalamnya. Setelah itu, masing-masing berjalan dengan urusannya sendiri.

Tetapi pembangunan tidak pernah benar-benar tumbuh dari garis di peta.

Pembangunan tumbuh dari tanah yang ditanami, laut yang dikelola, hasil produksi yang dipasarkan, tenaga kerja yang bekerja, dan masyarakat yang menemukan jalan untuk meningkatkan kehidupannya.

Dari cara pandang itulah Kecamatan Kabila Bone mulai ditempatkan dalam gagasan pembangunan yang lebih besar oleh Bupati Bone Bolango, Ismet Mile.

Kabila Bone tidak hanya diproyeksikan sebagai sebuah wilayah administratif. Sembilan desa di dalamnya hendak dipertautkan menjadi satu kawasan yang memiliki arah ekonomi bersama.

Gagasan itu disampaikan Ismet saat membuka Sosialisasi Rancangan Pembangunan Kawasan Perdesaan di Naffil Cafe & Resto, Jumat, 2 Oktober 2026.

«“Kabila Bone ini sebagai sebuah kecamatan yang di dalamnya terdapat 9 desa akan menjadi arah yang hendak kita bangun.”»

Kalimat itu sederhana. Tetapi di baliknya terdapat pertanyaan besar: bagaimana desa-desa yang selama ini bergerak sendiri-sendiri dapat menjadi satu kekuatan ekonomi?

Pertanyaan itulah yang menjadi pekerjaan berikutnya.

Desa Jangan Hanya Menjadi Objek

Selama bertahun-tahun, pembangunan desa sering ditempatkan dalam hubungan yang sederhana: pemerintah merencanakan, pemerintah menganggarkan, lalu masyarakat menerima.

Padahal desa bukan sekadar penerima pembangunan.

Desa memiliki tanah, manusia, pengetahuan lokal, hasil pertanian, potensi kelautan, usaha kecil, kebudayaan, dan jaringan sosial yang tidak dimiliki oleh ruang perkotaan.

Masalahnya bukan semata-mata tidak adanya potensi.

Sering kali persoalannya adalah potensi tersebut belum terhubung menjadi kekuatan produksi yang lebih besar.

Petani menghasilkan komoditas, tetapi belum tentu menguasai pasar.

Nelayan menghasilkan ikan, tetapi belum tentu mendapatkan nilai tambah terbesar dari hasil tangkapannya.

Pelaku usaha kecil memproduksi barang, tetapi berhadapan dengan persoalan modal, teknologi, distribusi, dan akses pasar.

Di sinilah pembangunan kawasan menjadi penting.

Yang hendak dibangun bukan hanya jalan, gedung atau fasilitas fisik.

Yang hendak dibangun adalah hubungan ekonomi di antara masyarakat, desa, pemerintah dan dunia usaha.

Dari Desa Menuju Industri

Gagasan Kabila Bone menjadi semakin menarik ketika ditempatkan dalam cita-cita Ismet Mile untuk mendorong Bone Bolango menuju daerah industri.

Industri tidak harus selalu dibayangkan sebagai pabrik besar dengan cerobong asap.

Industri juga dapat dimulai dari desa ketika hasil produksi rakyat tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah.

Pertanian dapat memiliki pengolahan.

Perikanan dapat memiliki rantai dingin dan industri pengolahan.

Produk masyarakat dapat memiliki kemasan, standar, merek dan jaringan distribusi.

Usaha kecil dapat masuk ke dalam rantai pasok yang lebih luas.

Dengan demikian, desa tidak ditinggalkan ketika industri tumbuh.

Justru desa menjadi fondasi dari industri itu sendiri.

Inilah yang membuat pembangunan kawasan berbeda dengan sekadar membangun wilayah.

Wilayah dibangun dengan proyek.

Kawasan dibangun dengan keterhubungan.

Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendirian

Karena itu, Ismet tidak hanya meminta OPD untuk hadir secara administratif.

Ia meminta mereka memberikan pikiran.

“Ini hal yang penting kita kedepankan agar benar-benar seluruh OPD yang hadir pada kesempatan ini, termasuk seluruh pejabat agar bisa berkontribusi memberikan pandangan-pandangan, memberikan pendapat-pendapat,” ujarnya.

Pesan tersebut penting karena pembangunan kawasan tidak mungkin diselesaikan oleh satu dinas.

Pertanian tidak bisa berjalan tanpa infrastruktur.

Produksi tidak berarti tanpa pasar.

Pasar tidak tumbuh tanpa pelaku usaha.

Pelaku usaha membutuhkan kepastian.

Masyarakat membutuhkan akses.

Dan pemerintah membutuhkan perencanaan yang mampu mempertemukan semuanya.

Karena itu, pembangunan kawasan pada dasarnya adalah pekerjaan mengorganisasi kepentingan yang berbeda agar bergerak menuju tujuan yang sama.

Pengusaha Harus Masuk ke Ruang Pembangunan

Di titik inilah dunia usaha mendapat tempat.

Ismet secara khusus mengajak para pengusaha, terutama yang berada di kawasan Bone Pesisir, untuk ikut memberikan gagasan terhadap pembangunan Kabila Bone.

“Pandangan dan tanggapan dari saudara-saudara sekalian, terutama para pengusaha saya harapkan agar bisa melengkapi konsep daripada pembangunan kawasan Kecamatan Kabila Bone ini ke depan,” katanya.

Ini berarti pemerintah tidak sedang mengatakan bahwa seluruh pembangunan harus dikerjakan pemerintah.

Sebaliknya, pemerintah sedang mencoba membangun ekosistem.

Negara menyediakan kebijakan.

Pemerintah daerah membuka ruang.

Masyarakat menyediakan kekuatan produksi.

Dunia usaha membawa modal, teknologi, jaringan pasar dan kemampuan manajerial.

Jika seluruh unsur tersebut bertemu dalam satu kawasan, maka potensi desa tidak lagi berdiri sebagai potensi yang terpisah-pisah.

Ia mulai menjadi kekuatan ekonomi.

Kabila Bone sebagai Laboratorium

Karena itu, sembilan desa di Kabila Bone dapat dibaca sebagai sebuah laboratorium pembangunan.

Bukan karena sembilan desa tersebut harus menjadi sama.

Justru karena masing-masing memiliki karakter dan potensi yang berbeda.

Apa yang berhasil dapat dikembangkan.

Apa yang gagal dapat diperbaiki.

Apa yang menjadi hambatan dapat dicari jalan keluarnya.

Dari sana, pemerintah memiliki pengalaman nyata untuk melihat bagaimana model pembangunan kawasan bekerja sebelum dikembangkan ke kecamatan lain.

Dengan cara demikian, pembangunan tidak semata-mata lahir dari dokumen perencanaan.

Ia lahir dari proses belajar bersama dengan masyarakat.

Dan mungkin di situlah nilai strategis Kabila Bone.

Ia bukan tujuan akhir.

Ia adalah titik awal.

Jika model tersebut mampu menemukan bentuknya, maka pengalaman dari sembilan desa dapat menjadi bahan untuk membaca pembangunan di kecamatan-kecamatan lain di Bone Bolango.

Masa Depan Tidak Dibangun dari Atas Saja

Pada akhirnya, pembangunan kawasan bukan tentang seberapa banyak proyek yang dapat dibangun.

Ia tentang seberapa besar kemampuan masyarakat untuk menjadi pelaku pembangunan.

Sebab rakyat yang hanya menjadi penerima program akan selalu bergantung pada program berikutnya.

Tetapi rakyat yang memiliki produksi, akses pasar, kelembagaan ekonomi, keterampilan dan ruang untuk mengambil keputusan akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menentukan masa depannya sendiri.

Karena itu, Kabila Bone menjadi menarik bukan hanya karena sembilan desanya.

Ia menarik karena di sana sedang diuji sebuah gagasan:

bahwa industrialisasi tidak harus dimulai dengan meninggalkan desa.

Ia justru dapat dimulai dengan memperkuat desa.

Menghubungkan produksi rakyat.

Membangun pasar.

Menciptakan nilai tambah.

Mempertemukan pemerintah dan dunia usaha.

Lalu menjadikan semua itu sebagai kekuatan ekonomi kawasan.

Dari Kabila Bone, Ismet Mile sedang mencoba memulai sebuah eksperimen pembangunan.

Sembilan desa menjadi titik berangkatnya.

Bone Bolango menjadi ruang besarnya.

Dan rakyat menjadi alasan mengapa seluruh proses itu harus menghasilkan sesuatu yang lebih penting daripada sekadar pertumbuhan angka: bertambahnya kemampuan masyarakat untuk berdiri sebagai pelaku utama ekonomi daerahnya sendiri.