Boalemo Salah Satu Daerah Bakal Menjadi Pusat Industri Unggas Modern

Boalemo75 Dilihat

POROSNEWS.ID, Boalemo – Pembangunan kawasan peternakan terpadu ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor peternakan melalui hilirisasi.

Itu disampaikan oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau, saat turun langsung mendampingi tim verifikasi bersama Sekretaris Daerah Nurdin Baderan serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Boalemo Andi Faizal Hurudji, di dua lahan potensial yang diproyeksikan menjadi pusat industri unggas modern di daerah Boalemo, Selasa (28/4/2026).

Semoga proyek ini dapat segera direalisasikan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari peningkatan produksi pangan, penyerapan tenaga kerja, hingga menarik minat investasi di Kabupaten Boalemo.

“Ini adalah peluang besar bagi Boalemo untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan unggas modern. Kita ingin masyarakat juga merasakan manfaat langsung dari investasi ini,” tegas Bupati Rum Pagau.

Proyek ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan sektor peternakan berbasis industri di Boalemo serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Untuk mendorong pengembangan sektor peternakan berbasis hilirisasi melalui rencana pembangunan kawasan peternakan unggas terpadu.

Lokasi pertama yang ditinjau berada di Kecamatan Wonosari dengan luas lahan mencapai 25,8 hektare. Di kawasan ini direncanakan akan dibangun fasilitas lengkap penunjang industri unggas, mulai dari PS Farm Broiler, PS Farm Layer, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), hingga pabrik pakan (Feed Mill). Proyek ini diharapkan mampu menciptakan sistem produksi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Selain Wonosari, pemerintah daerah juga menyiapkan alternatif lokasi kedua yang berada di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi dengan luas sekitar 12 hektare.

Kedua lokasi ini saat ini masih dalam tahap kajian mendalam guna memastikan kesesuaian teknis, legalitas lahan, serta dampak lingkungan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Boalemo, Andi Faizal Hurudji, menjelaskan bahwa kedua lokasi tersebut memiliki potensi yang sama, namun keputusan akhir akan berada di tangan investor setelah seluruh tahapan verifikasi rampung.

“Dua lokasi ini sama-sama potensial. Namun nantinya akan dipilih satu lokasi terbaik yang memenuhi seluruh aspek kelayakan untuk pembangunan proyek,” ujarnya.

Kegiatan survei ini turut melibatkan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melakukan penilaian langsung di lapangan.

Tim tersebut terdiri dari sejumlah pejabat dan tenaga ahli, di antaranya Andri Hanindyo selaku Ketua Kelompok Substansi Pemasaran Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan, Maidaswar sebagai penanggung jawab wilayah Provinsi Gorontalo, serta Pravita Sari P Ardini.

Turut hadir pula tenaga teknis lainnya seperti Imron Fuadi, Saiqa, dan Andi Rosi yang mendukung proses verifikasi di lapangan.

Dari pihak investor, PT Berdikari diwakili oleh Agung Mukti dan Andrianus Moy Sidharta. Sementara itu, konsultan dari Boston Consulting Group, yakni Aziz Suharto dan Syarah, juga hadir memberikan analisis strategis terkait pengembangan proyek hilirisasi tersebut.

Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).