POROSNEWS.ID, Gorontalo – Pelaksnaaan kegiatan audiensi berdasarkan arahan Kepala BPKP Pusat tentang pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) ter Integrasi dalam mendorong pencapian target RPJMD provinsi, kabupaten/kota.
Itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Gorontalo, Mohammad Riyanyo, SE., AK., CFra., CA., CG., CAE., pada audensi penyampaian hasil pengawasan tahun 2025, Jumat (13/2/2026).
Lanjut Kepala BPKP Mohammad Riyanyo, SPIP Terintegrasi adalah kerangka kerja Pengendalian internal yang diselenggarakan menyeluruh di pemerintahan pusat/daerah berdasarkan Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2021.
Berkaitan dengan pelaksanaan SPIG di Kabupaten Boalemo maka dapat kami sampaikan bahwa belum dilakukan penilaian SPIP dua tahun terakhir 2024-2025. Kondisi ini di sebabkan oleh ke tidaksiapan dokumen pelaksanaan SPIPP teritegrasi di OPD.
Permasalahan ini di indikasikan oleh kurang aktifnya peran pimpinan dalam proses pelaksanaan SPIP di dalam OPD. Kami menduga bahwa pimpinan OPD masih banyak yang belum memahami tentang SPIP terintegrasi. Mingkin saja hanya asesornya yang lebih menguasai, sehingg dalam implementasinya penyelenggaraan SPIP terintegrasi di daerah belum memcapai nilai maturitas Level 3 terdefinisi.
Kami berharap Inspektorat mengambil peran terdepan dalsm mendorong optimalisasi pelaksanaan SPIP terintegrasi di daerah. Jangan hanya melaksanakan pengawasan yang didasarkan pada ketentuan peraturan presiden dan kementerian terkait, tetapi harus mendrive pengawasan program strategis daerah terutama dalam pencapaian visi dan misi Bupati.
Sebagai bentuk kepedulian kami, BPKP Perwakilan Gorontalo menginisiasi audiensi ini dalam rangka penjabaran tugas pembinaan dan pengawasan kami terhadap program strategis nasional dan daerah. Dapat kami sampaikan ada dua jenis pengawasan yang kami lakukan yaitu pengwasan ASSURANCE sebanyak 408 kali kami lakukan, serta dalam bentuk CONSULTING ada 84 kali.
Kami yakin Kabupaten Boalemo melalui pemerintah yang baru termasuk melalui Inspektur daerah yang baru akan mampu mengantarkan Boalemo mencapai level maturitas yang dihrapkan. Bagaiman caranya, yaitu melalui sinergi serta kelobarasi semua unsur yang memiliiki peran strategis dalam meningkatkan penerapan SPIP Terintegrasi di Kabupaten Boalemo.
Disela-sela acara, Kepala Perwakilan BPKP memberikan surprise menyampaikan selamat ulang tahun kepada Bupati Boalemo yang kebetulan hari ini Jumat 13 Februari 2026 berulang tahun ke – 65 tahun.
Sementara itu Bupati Boalemo Drs. Rum Pagau menyampaikan rasa syukur hari ini BPKP Perwakilan Gorontalo secara terbuka menyampaikan tentang implementasi SPIP Terintegrasi di Kabupaten Boalemo sekalipun dalam kategori yang tidak memuaskan.
Saya menyadari betul bahwa dalam dua tahun ini daerah kami belum mampu menyajikan nilai penerapan SPIP terintegrasi karena banyak pimpinan OPD yang baru kami lantik dan banyak pula yang mengalami mutasi berulang di kebijakan pemerintah sebelumnya. Dan saya setuju dengan strategi yang bapak tawarkan yaitu sinergi dan kelobarasi semua pihak.
Misalnya Batam diciptakan untuk menyayingi Singgpore tetapi belum tercapai sampai saat ini. Karena masih adanya ego sektoral dari kementerian, lembaga dan semua komponen bangsa dalam mewujudkan itu.
Olehnya saya berharap pimpinan OPD bekerja dengan sungguh-sungguh terutama OPD yang mengampuh program strategis daerah terutama berhubungan dengan visi dan misi bupati. Kami minta Inspektorat menjadi pilar terdepan dalam menyelesaikan semua persoalan di daerah. Mari kita bekerja mengabdi untuk mewjudkan kesejahteraan masyarakat.






