POROSNEWS.ID, Boalemo – Pelaksanaan Posyandu yang mengimplementasikan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Boalemo saat ini telah berjalan di 52 desa atau sekitar 63,4 persen dari total desa yang ada.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Boalemo, Ny. Hartati Moha Pagau, saat memaparkan gambaran penyelenggaraan Posyandu dan implementasi enam bidang SPM pada Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Selasa (3/11/2026).
Dalam pemaparannya, Hartati menjelaskan bahwa dari total 82 desa di Kabupaten Boalemo, sebanyak 69 desa telah mendapatkan nomor registrasi Posyandu, sementara 13 desa lainnya masih dalam proses pengajuan.
Menurutnya, transformasi Posyandu bukan sekadar perubahan kelembagaan, melainkan upaya menghadirkan pelayanan dasar yang lebih dekat, terpadu, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Boalemo telah melaksanakan berbagai program melalui enam bidang SPM, meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.
Sejumlah capaian tersebut di antaranya bantuan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, dukungan penyediaan air bersih dan jamban, bantuan rumah tidak layak huni, serta berbagai program perlindungan sosial bagi masyarakat.
Selain itu, penguatan kapasitas koordinator Posyandu, koordinasi lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi penyelenggaraan enam bidang SPM terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hartati juga mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kapasitas kader, sarana dan prasarana, dukungan pendanaan, pemutakhiran data, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal.
Bahkan, masih terdapat kader baru yang membutuhkan pendampingan agar dapat memahami tugas dan pelaksanaan Posyandu enam SPM secara menyeluruh.
Untuk itu, ia berharap melalui RAKORDA tersebut, dukungan dan komitmen seluruh OPD pengampu enam bidang SPM, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, semakin diperkuat.
Dalam kesempatan itu, Hartati turut membagikan sejumlah praktik baik yang telah dilakukan Kabupaten Boalemo, di antaranya peningkatan kapasitas koordinator Posyandu, sosialisasi enam bidang SPM langsung ke desa, serta menghadirkan sosialisasi dan layanan Posyandu enam SPM melalui kegiatan majelis taklim.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara langsung.
Sementara itu, untuk tahun 2027, Kabupaten Boalemo menargetkan peningkatan kapasitas seluruh kader enam SPM, penguatan dukungan program dari OPD pengampu, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Hartati menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu enam SPM tidak dapat dibebankan hanya kepada Tim Pembina Posyandu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak.
“Posyandu membutuhkan kerja nyata, bukan hanya koordinasi di atas kertas. Kita membutuhkan OPD yang hadir, pemerintah desa yang mendukung, kader yang berdaya, serta masyarakat yang terlibat aktif,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak menjadikan RAKORDA sebagai ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, menyatukan langkah, dan membangun komitmen bersama agar implementasi enam bidang SPM di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo semakin optimal.
“Posyandu kuat, pelayanan dasar meningkat, dan masyarakat semakin sejahtera,” tutup Hartati.






