POROSNEWS.ID, Kota Gorontalo — Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango memperkuat kapasitas pengelola Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana BOSP Tahun 2026 yang digelar di Hotel Grand Q, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan bendahara dalam pengelolaan, pelaporan, serta pertanggungjawaban dana BOSP.
Kepala Dinas Pendidikan Bone Bolango dalam sambutannya menyampaikan, pelaksanaan bimtek tersebut juga merupakan tindak lanjut atas hasil temuan BPKP dan saran BPK, khususnya dalam penguatan sosialisasi serta peningkatan kemampuan para pengelola dana BOSP.
Selain meningkatkan kapasitas, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepala sekolah dan bendahara sehingga pengelolaan dana BOSP dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan akuntabel.
“Ini juga menciptakan rasa kebersamaan antara kepala sekolah dan bendahara dalam pengelolaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban dana BOS,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan bimtek dilakukan dalam beberapa gelombang dengan melibatkan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP. Gelombang pertama diperuntukkan bagi jenjang SD dengan jumlah peserta sebanyak 170 orang.
Selanjutnya, kegiatan untuk jenjang SMP dijadwalkan pada 1 dan 2 Oktober 2026, sementara sesi kedua untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada 8 dan 9 Oktober 2026.
Selain penguatan kapasitas kepala sekolah dan bendahara, Dinas Pendidikan Bone Bolango juga akan memberikan penguatan terkait pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang disinergikan dengan pengelolaan data Anak Tidak Sekolah (ATS). Kegiatan tersebut dijadwalkan pada 25 September 2026 dan melibatkan operator sekolah jenjang SD dan SMP.
Dalam bimtek ini, sejumlah materi juga disampaikan dengan melibatkan beberapa instansi, di antaranya BPKP, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK/BGP), Inspektorat, serta BKPD.
Yang menjadi salah satu fokus utama adalah transformasi layanan administrasi pendidikan melalui digitalisasi.
Dinas Pendidikan Bone Bolango memperkenalkan sejumlah inovasi, di antaranya implementasi Cash Management System (CMS) melalui Kasda Online yang bekerja sama dengan Bank SulutGo (BSG). Sistem ini diarahkan untuk mendorong proses pencairan dana BOSP dari sebelumnya dilakukan secara manual menjadi layanan nontunai.
Selanjutnya, terdapat DAKOSTE, yang merupakan konsep digitalisasi, aktualisasi, dan korespondensi sekolah hingga penerapan tanda tangan elektronik (TTE), termasuk untuk administrasi dan e-Ijazah.
Inovasi lainnya adalah SIREKAP BOSP, yakni Sistem Informasi Rekonsiliasi Kas, Aset, dan Persediaan BOSP. Sistem ini dirancang untuk memudahkan kepala sekolah dan bendahara dalam pelayanan rekonsiliasi kas dan persediaan serta proses pengajuan layanan secara online.
Dinas Pendidikan juga menyiapkan Layanan Online Rekening Koran (LORNE KORA). Melalui layanan tersebut, kepala sekolah dan bendahara tidak lagi harus datang langsung ke BSG untuk memperoleh rekening koran secara hard copy. Pengambilan rekening koran akan dilakukan secara kolektif untuk kemudian didistribusikan ke masing-masing satuan pendidikan.
Sementara itu, dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran BOSP, dilakukan penguatan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) melalui perencanaan berbasis data yang dikemas dalam konsep PAM CARITA.
Konsep tersebut mengacu pada siklus perencanaan berbasis data melalui tahapan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB).
Melalui berbagai inovasi tersebut, Dinas Pendidikan Bone Bolango mendorong agar pengelolaan BOSP tidak hanya semakin tertib secara administrasi, tetapi juga lebih efektif, transparan, dan mudah diakses melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi langkah penguatan tata kelola pendidikan sekaligus membangun kesamaan pemahaman antara kepala sekolah dan bendahara dalam menjalankan pengelolaan dana BOSP Tahun 2026.






