Toto Utara Harumkan Bone Bolango, Pangan Aman Dimulai dari Kekuatan Desa

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Pembangunan tidak selalu dimulai dari gedung pemerintahan atau kebijakan besar di tingkat pusat. Ia juga tumbuh dari desa, dari kesadaran keluarga, dan dari kemampuan masyarakat menjaga kualitas hidupnya sendiri.

Semangat itulah yang tercermin dalam capaian Desa Toto Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, yang tercantum sebagai salah satu penerima penghargaan kategori Desa Pangan Aman dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2026.

Berdasarkan Lampiran 2 surat undangan Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM Nomor B-PM.02.04.55.10.26.834 tertanggal 12 Oktober 2026, Desa Toto Utara masuk dalam daftar penerima penghargaan tersebut.

Agenda penghargaan itu berkaitan dengan rangkaian Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) yang dijadwalkan berlangsung di Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setda Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, disebut dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Keamanan pangan bukan semata-mata urusan label, standar produksi, atau pengawasan pemerintah. Di dalamnya terdapat persoalan mendasar tentang hak masyarakat untuk memperoleh pangan yang aman dan layak dikonsumsi.

Karena itu, program Desa Pangan Aman memiliki arti penting ketika mampu mendekatkan pengetahuan kepada masyarakat, memperkuat kapasitas warga, serta mendorong tumbuhnya kemandirian dalam menjaga keamanan pangan.

Desa tidak cukup hanya menjadi objek program. Masyarakat perlu menjadi pelaku utama yang memahami risiko pangan, mampu mengambil keputusan, dan berpartisipasi dalam membangun lingkungan yang sehat.

Dalam kerangka tersebut, capaian Desa Toto Utara dapat menjadi momentum bagi Bone Bolango untuk memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa penghargaan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan berlanjut menjadi praktik yang nyata.

Keamanan pangan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah bertanggung jawab memperkuat edukasi dan pengawasan, pelaku usaha perlu menjaga kualitas produk, sementara masyarakat harus memiliki pengetahuan yang memadai dalam memilih dan mengolah pangan.

Kerja bersama itu penting karena dampak pangan yang tidak aman tidak berhenti pada persoalan kesehatan individu. Ia juga dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia, produktivitas keluarga, dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Bagi desa-desa di Bone Bolango, pengalaman Toto Utara dapat menjadi dorongan untuk memperluas kesadaran bahwa pembangunan manusia dimulai dari hal-hal mendasar dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika keluarga memiliki akses terhadap pangan yang aman, ketika pelaku usaha memahami tanggung jawabnya, dan ketika masyarakat terlibat aktif menjaga kesehatan lingkungannya, desa sedang membangun fondasi bagi generasi yang lebih sehat dan produktif.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah penghargaan bukan hanya terletak pada pengakuan yang diterima, tetapi pada perubahan yang terus dirasakan masyarakat setelahnya.

Toto Utara telah tercatat dalam daftar penerima penghargaan Desa Pangan Aman BPOM. Tantangan berikutnya adalah menjaga agar capaian tersebut menjadi energi untuk memperkuat kesadaran warga dan menginspirasi desa-desa lain di Bone Bolango.

Sebab, pembangunan yang berkelanjutan bukan sekadar menghadirkan program ke tengah masyarakat, melainkan memastikan masyarakat memiliki pengetahuan, kapasitas, dan peran untuk menjaga masa depannya sendiri.