Ismet Mile: Kunjungan Menteri PPPA Harus Jadi Penggerak Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Bonebolango87 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kabupaten Bone Bolango diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kunjungan kerja pemerintah pusat. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu mendorong penguatan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.

Harapan itu disampaikan Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat menyambut kunjungan Menteri PPPA dalam agenda dialog interaktif bersama masyarakat di Desa Ayula Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (3/11/2026).

Bagi Ismet, kehadiran pemerintah pusat di daerah semestinya membuka ruang bagi lahirnya kerja sama yang lebih konkret. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya agenda dan kegiatan, tetapi dari sejauh mana kebijakan pemerintah memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Ia mengaku bangga karena Bone Bolango menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Menteri PPPA dari ratusan kabupaten dan kota di Indonesia.

“Ini merupakan hal yang patut kita syukuri bersama. Dari ratusan daerah kabupaten/kota di Republik ini, salah satunya adalah Bone Bolango yang mendapatkan kehormatan untuk dikunjungi Ibu Menteri,” ujar Ismet.

Namun, di balik kebanggaan tersebut, Ismet menaruh harapan agar kunjungan itu menjadi pintu masuk untuk memperkuat perhatian pemerintah terhadap persoalan perempuan dan anak di daerah.

Menurutnya, perempuan bukan sekadar kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program pembangunan. Perempuan juga memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pembentukan kualitas generasi masa depan.

Demikian pula perlindungan anak yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari pemerintah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.

Karena itu, Ismet menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Program yang disusun perlu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Ia juga berharap pertemuan tersebut semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan, anak, dan keluarga.

Pada akhirnya, kunjungan pemerintah pusat ke daerah akan menemukan maknanya ketika mampu melahirkan tindak lanjut. Bagi Bone Bolango, harapan itu adalah pembangunan yang tidak meninggalkan perempuan, memberikan perlindungan kepada anak, dan memastikan keluarga menjadi bagian penting dari peningkatan kesejahteraan masyarakat.