Hadapi Ancaman Kekeringan, Komisi Irigasi Bone Bolango Perkuat Koordinasi Jaga Produktivitas Padi

Bonebolango49 Dilihat

POROSNEWS.ID, Bone Bolango – Ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu pasokan air untuk lahan persawahan mendorong Komisi Irigasi Kabupaten Bone Bolango memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk menjaga produktivitas padi sekaligus memastikan keberlangsungan usaha tani di tengah keterbatasan sumber daya air.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Komisi Irigasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah II, BMKG Gorontalo, serta Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Provinsi Gorontalo di Aula Bappeda Litbang Bone Bolango, Rabu (14/10/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, menegaskan bahwa antisipasi kekeringan perlu dilakukan sejak dini agar keterbatasan air tidak semakin mengganggu aktivitas pertanian.

Menurutnya, pengelolaan air harus direncanakan secara terukur dengan mempertimbangkan kebutuhan lahan pertanian, kondisi jaringan irigasi, serta ketersediaan air di lapangan.

“Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha tani dan produktivitas padi. Karena itu, pemanfaatannya perlu diatur secara terencana agar pasokan yang terbatas dapat dimanfaatkan secara efektif,” tegas Roswaty.

Ia menjelaskan, informasi iklim menjadi salah satu dasar penting dalam menyusun langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan. Informasi tersebut diharapkan membantu pemangku kepentingan mengambil keputusan lebih awal sebelum kondisi kekurangan air berdampak lebih luas terhadap kegiatan pertanian.

Roswaty juga menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam mengelola sumber daya air. Penyesuaian antara ketersediaan air dan kebutuhan lahan pertanian dinilai perlu dilakukan agar distribusi air lebih terarah, terutama bagi wilayah persawahan yang rentan terdampak kekeringan.

Selain membahas pengelolaan air, pihaknya turut menyosialisasikan PMAAS sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan koordinasi para pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan air serta kegiatan pertanian yang adaptif terhadap perubahan kondisi iklim.

Melalui koordinasi tersebut, Komisi Irigasi Bone Bolango diharapkan mampu memperkuat perencanaan pemanfaatan air, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, dan menjaga keberlanjutan produksi padi.

Langkah antisipatif ini menjadi penting untuk mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus mengurangi risiko yang dapat ditanggung petani akibat keterbatasan pasokan air untuk persawahan.